Dinamika Ibukota dan Kemacetan

Sudah 24 hari ini saya menjalani aktivitas berangkat dan pulang kerja dengan jarak rumah ke kantor sekitar 15 km – 20 km. Bulan lalu, sebelum saya berumah tangga[1] jarak ke kantor cuma 1 km, itu karena kosan saya di komplek belakang kantor, jadi istilahnya tinggal ngesot saja sudah sampai kantor :D. Perbedaan jarak yang lebih jauh ini tentunya mengharuskan saya untuk lebih disiplin lagi. Biasanya jam 07.30 saya baru mandi, sekarang jam 07.10 saya pun sudah berangkat berjibaku dengan kemacetan di jalanan jakarta.

Sebagai pengendara motor yang baik[2], tak lupa saya mengenakan perlengkapan keselamatan berkendara seperti helm full face standar SNI, sarung tangan, dan sepatu. Beda rasanya perjalanan ke kantor sekarang dibandingkan yang dulu. Sekarang perjalanan lebih memerlukan kesabaran, karena selain berhadapan dengan kemacetan yang tak bisa diprediksi juga harus berhadapan dengan pengendara lain yang sering ngawur dan egois. Sependek pengalaman dan pengamatan saya, kemacetan di jalanan jakarta bisa dipicu karena banyak hal, diantaranya :

Banjir
Ini faktor terbesar penyebab kemacetan di Jakarta, yang saat ini juga sedang melanda ibukota. Banjir akan menghambat laju kendaraan menjadi sangat lambat karena pengendara harus berhati-hati untuk menghindari lubang di jalan, dan untuk tetap menjaga agar mesin kendaraannya tidak mati saat melewati genangan air. Tentunya juga agar air tidak menyiprat mengenai pengendara lainnya. Jika banjirnya terlalu parah, maka pengendara yang biasanya lewat jalur tersebut akan mencari jalur alternatif lain, yang akibatnya menambah kemacetan pada jalur yang dituju.

Jumlah kendaraan
Ini juga faktor signifikan penyebab kemacetan. Bayangkan jika kendaraan yang tiap hari jumlahnya bertambah banyak, sedangkan lebar jalan masih tetap sama. Apa cuma ingin menambah gengsi dan prestise saja beli kendaraan? Hal lain yang membuat kesal adalah pengguna mobil yang di dalamnya cuma berisi 1 orang. Bagaimana tidak kesal coba? 1 mobil itu bisa diisi 4 – 8 orang, tapi cuma diisi 1 orang yang tiap hari menggunakan jalanan Jakarta. Sayangnya, saat ini penjualan kendaraan baik mobil dan motor pun semakin meningkat, mengikuti prosentase kelas menengah di Jakarta yang juga bertambah.

Egoisme pengguna jalan
Nah, ini nih hal yang sering menguji kesabaran di jalanan Jakarta. Kesadaran pengendara di jalanan jakarta masih rendah, beberapa kali saya saksikan sendiri. Pelanggaran lampu lalu lintas, penggunaan jalur Trans Jakarta Busway seenaknya, sampai penggunaan trotoar untuk jalan motor, sudah sangat lazim terlihat. Jika ada yang mencoba taat untuk tidak melanggar lampu lalu lintas pun, malah terkadang diklaksonin sambil teriak-teriak. Padahal dengan mengikuti sinyal lampu lalu lintas, sebenarnya memudahkan kita untuk terhindar macet dan tentunya terhindar dari kecelakaan. Aneh memang, di sini yang taat dimusuhi, yang melanggar banyak kawan :(. Satu hal lagi penyumbang kemacetan yaitu parkir kendaraan seenaknya. Sudah tahu kalau itu jalur padat dan ramai, tapi tetap saja parkir memakan ruas jalan.

Masing-masing pengguna jalan juga ingin cepat sampai di tempat kerja tepat waktu, tapi juga bukan berarti mengedepankan egoisme kan? Sikap dewasa di jalan memang seharusnya dimiliki oleh pengguna jalan agar lalu lintas juga lancar dan tidak mendzalimi orang lain.

Setuju?

————————

[1] Alhamdulillah, bulan Desember 2013 lalu saya sudah menggenapkan separuh Dien 🙂

[2] Baik yang sangat relatif, karena terkadang juga sering ngebut ugal-ugalan kalau sudah mengejar waktu :p

Advertisements
About

I'm not a geek, nor a techie

Posted in Daily
2 comments on “Dinamika Ibukota dan Kemacetan
  1. za says:

    Tidak coba naik kendaraan umum?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: