[Ulasan] Pesta Rilis Ubuntu 13.10 “Saucy Salamander” di BPPT

Seperti pada tahun sebelumnya, setiap ada rilis Ubuntu versi terbaru maka Ubuntu Indonesia mengadakan pesta rilis dengan beragam acara. Pesta Rilis Ubuntu 13.10 (Saucy Salamander) kali ini juga diadakan oleh Ubuntu Indonesia bekerja sama dengan BPPT, Kemkominfo, dan beberapa media massa bidang TI dengan konsep Diskusi Panel dan Ngoprek Bareng yang mengangkat tema “Membangun Lingkungan Bisnis Menggunakan Linux Ubuntu”. Acara ini dilaksanakan pada 2 Nopember 2013 bertempat di Gedung 2 BPPT Lantai 3 Jakarta, dimulai pukul 09.00 – 16.30 WIB. Pesta Rilis ini dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi Diskusi Panel pukul 09.00 – 12.00 WIB dan sesi Ngoprek Bareng pukul 13.30 – 16.30 WIB.


IMAG0297
1. Diskusi Panel
Format sesi ini adalah seminar yang menghadirkan pembicara dari berbagai pihak, diantaranya :
Dr HM Basyir Ahmad (Walikota Pekalongan)
Beliau seorang walikota yang revolusioner, sangat mendukung komunitas GNU/Linux dan Free Open Source Software (FOSS) di Indonesia termasuk kegiatan/acara yang berhubungan dengan itu. Beliau yang mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh sistem operasi komputer dan aplikasi di jajaran Pemkot Pekalongan harus migrasi ke GNU/Linux Ubuntu dan FOSS. Dari kepemimpinan dan kebijakan migrasi nya, Pemkot Pekalongan bisa menghemat dana sebesar 51 Miliar untuk bidang TIK pada tahun 2012.

Gary Dean (Pendiri Forum Ubuntu Indonesia)
Pemilik dan Direktur Okusi Infotech, yaitu perusahaan jasa TI yang menggunakan Linux Ubuntu dalam melakukan proses bisnis nya, merupakan perusahaan pendukung acara ini. Bapak Gary membuktikan bahwa dengan Linux Ubuntu dan FOSS perusahaan tetap bisa berjalan dengan baik dan bahkan semakin efisien dalam operasionalnya.

Anjar Hardiena (Pendiri Asosiasi Warnet Linux & Open Source Indonesia)
Mas Anjar mengemukakan bahwa saat ini semakin banyak perusahaan besar yang menggunakan teknologi GNU/Linux dan FOSS. Peluang kerja dan peluang usaha yang menggunakan teknologi tersebut juga semakin beragam. Jadi tidak perlu ragu lagi, masa depan masih terbuka lebar bagi pengembang teknologi FOSS.

MH. Munzaer (Kepala Subdirektorat Industri Konten Multimedia Kementerian Kominfo)
Merupakan perwakilan dari Kemkominfo, menjelaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika sangat mendukung Startup/UKM teknologi di Indonesia dengan membuat inkubator. Bidang yang didukung antara lain pengembangan perangkat lunak, pengembangan perangkat keras, jaringan komputer, sistem integrator, pengembangan web, pengembangan aplikasi bergerak, dan pengembangan sistem tertanam/embedded system (gabungan perangkat keras dan lunak). Namun, setelah ditanya kapan pelaksanaan dukungan inkubator dari Kementerian kominfo ini ternyata baru bisa terlaksana tahun depan. Sayang sekali, padahal saat ini sudah banyak pengusaha pemula bidang teknologi yang membutuhkan bantuan mentoring dan pendanaan untuk mempercepat proses bisnisnya.

Teddy Sukardi (Praktisi OpenSource dan Direktur Extol Indonesia)
Beliau menjelaskan perlunya penggunaan FOSS bagi pelaku usaha. Ditinjau dari segi keamanan, kualitas, kustomisasi, kebebasan, auditabilitas, dukungan teknis, dan penghematan biaya maka teknologi FOSS lebih menguntungkan pengguna.

2. Ngoprek Bareng
Acara ini mengarah ke pendekatan praktek dan dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas Desktop dan kelas Jaringan. Kelas desktop mengkaji dan menjelajahi fitur terbaru dari Ubuntu 13.10 “Saucy Salamander” dan kelas jaringan berisi paparan tentang “Network Performance Analysis” menggunakan perkakas yang bernama Wireshark. Saya sendiri mengikuti kelas jaringan, namun jauh dari yang saya perkirakan. Sebagian peserta termasuk saya awalnya mengira bahwa aktifitas dalam kelas ini berupa praktik analisa jaringan dengan Wireshark, tetapi ternyata berisi teori saja dan tidak ada bedanya dari seminar meskipun dibawakan oleh praktisi jaringan. Saya mendefinisikan kata “Ngoprek Bareng” itu ya semacam mengutak-atik atau bahasa lainnya “Learning-by-Doing”. Panitia tidak menyediakan stop kontak listrik yang cukup untuk peserta, tidak ada meja panjang yang dipakai bersama untuk “Ngoprek” dan memang situasi tidak kondusif untuk melakukan kegiatan yang bernama “Ngoprek Bareng”.

Terlepas dari kurang puasnya saya dan peserta lain dengan acara ngoprek bareng, kegiatan ini patut diapresiasi karena menunjukkan eksistensi kepada masyarakat umum bahwa GNU/Linux Ubuntu dan FOSS sudah mulai diakui oleh banyak pihak, baik kalangan pemerintah maupun swasta.

Mudah-mudahan Pesta Rilis Ubuntu tahun depan lebih meriah lagi.

Advertisements
About

I'm not a geek, nor a techie

Posted in Event, GNU/Linux
7 comments on “[Ulasan] Pesta Rilis Ubuntu 13.10 “Saucy Salamander” di BPPT
  1. za says:

    Siapa pemateri analisis jaringan?

  2. Get Smart says:

    saya mengutip kata-kata dari dosen saya saja, semoga menginspirasi teman-teman semua di seluruh indonesia: “Tidak penting Software itu dibuat pake bahasa apa, pake cara apa, karena client(pemesan software) tidak akan mau tahu soal itu. yang penting adalah bagai mana software itu berjalan dengan baik, terstruktur dengan baik, user friendly(mudah digunakan), good interface, sesuai dengan keinginan user, dan berinteraksi dengan baik dengan user.

  3. gold price says:

    spy kita smua bisa… belajar untuk smua orang. agar indonesia bisa maju… terutama dalam ilmu jaringan internet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: