Pelajaran dari Steve Jobs Untuk Para Teknopreneur

Steve Jobs

Biografi Steve Jobs

          Setelah 4,5 bulan akhirnya selesai juga saya membaca buku biografi Steven Paul Jobs atau biasa disingkat Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson ini. Seperti dalam filmnya “Pirates of Silicon Valley”, buku ini menggambarkan sosok Steve yang ambisius dalam mewujudkan mimpinya untuk membangun perusahaan teknologi. Kisah di awal kehidupan Steve Jobs merupakan hal yang paling menarik. Masa mudanya dipenuhi rasa keingintahuan yang besar dengan bereksperimen terhadap benda-benda elektronika bersama tetangga rumah dan teman sekolahnya. Rekan yang paling berpengaruh baginya saat itu adalah Steve Wozniak, seorang perancang perangkat elektronika yang jenius. Keisengannya membuat perangkat untuk membajak telepon tanpa bayar (Blue Box), menciptakan alat pengacau sinyal TV dan beberapa alat unik lainnya telah ia buat bersama wozniak dengan tujuan penyaluran hobi. Bersama Steve Wozniak dan Ronald Wayne, Steve Jobs mendirikan perusahaan teknologi di garasi rumah orang tuanya yang diberi nama Apple.

    Apple tumbuh berkembang dengan kepemimpinan Steve yang perfeksionis dan temperamental. Sikapnya yang menyukai penggabungan seni dan teknologi membuat perusahaan ini menghasilkan banyak produk yang hebat. Sebut saja Macintosh, Macbook Pro, Macbook Air, iMac, iPod, iPhone sampai iPad yang kesemuanya merupakan produk yang laris di kategori perangkat komputer & komunikasi. Dibalik sifatnya yang temperamental, plin plan, egois, dan suka memutar balikkan fakta, Steve memiliki karakter kepemimpinan yang bagus untuk contoh seorang Teknopreneur, diantaranya :

– Visioner
Selalu berorientasi ke depan, menjadi yang pertama dalam inovasi. Hampir semua produk Apple selalu menjadi yang pertama dalam adopsi teknologi baru disaat perusahaan lain masih berkutat dengan teknologi lama.

– Perfeksionis
Bagi sebagian orang, sifat ini banyak membuang tenaga dan waktu. Tetapi tidak bagi Steve, justru sifat inilah yang membuatnya bisa menciptakan serta menghasilkan produk-produk hebat bersama timnya di Apple.

– Fokus
Saat kembali ke Apple tahun 1997 setelah sebelumnya ia dikeluarkan, Steve memangkas banyak divisi produk Apple dan memfokuskan pada 2 jenis produk saja, yaitu komputer pribadi/PC dan komputer jinjing/mobile. Strategi ini membuat kinerja Apple jadi lebih efisien dan memperbesar penjualan.

– Memperhatikan hal detail
Setiap desain produk Apple mulai dari perangkat keras/hardware, perangkat lunak/software, hingga layanan konten Apple, Steve ikut mengambil keputusan. Bahkan letak sekrup, model penutup produk dan bentuk jalur skematik PCB yang letaknya di dalam pun ia juga yang menentukan. Hal ini memungkinkan Steve untuk mengatur komponen mana yang cocok & yang tidak untuk pengembangan produknya.

– Memilih orang-orang terbaik
Steve selalu mengunakan penilaian secara biner: brilian atau sampah, jenius atau bodoh. Tim Macintosh merupakan sekumpulan engineer dan programmer terbaik di masa itu. Begitu juga dengan karyawan divisi lain di Apple, seperti Jonathan Ive desainer produk apple yang mendapat banyak penghargaan dari media dan universitas karena telah mendesain produk Apple yang artistik.

– Kendali penuh pada produk
Produk Apple dibuat saling terintegrasi satu sama lain. Misal: iPod yang membutuhkan iMac dan iTunes untuk menambahkan setiap lagu baru. Steve tidak rela jika produknya disinkronkan atau digunakan sebagai pendukung produk perusahaan lain. Menurutnya dengan pengembangan sistem tertutup tersebut akan menjaga kualitas produk Apple.

Masih banyak sebenarnya strategi Steve Jobs yang diterapkan di Apple untuk dapat dijadikan contoh bagi para Teknopreneur. Untuk lebih detailnya, silakan Anda membaca bukunya sendiri :). Oh iya, sebagai tambahan untuk mengenang almarhum Steve Jobs di bawah ini saya berikan video Commencement Address saat upacara wisuda di Universitas Stanford.

Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma- which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary. 

~ Steve Jobs (1955-2011) ~

Advertisements
About

I'm not a geek, nor a techie

Posted in Entrepreneurship

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: