Kabur Dari Polisi (Sorry Sir..!!)

Cerita ini terjadi hari Senin 27 Oktober kemarin. Waktu itu teman sekerja minta ditemenin untuk beli Dispenser atas perintah atasan. Saya pun meng-iya-kan ajakan tersebut (sambil jalan2 pikirku..). Kami berdua pun hunting keliling Palembang memakai motor street fighter-nya. Sebelum cari barang yang diinginkan, kami pun membeli asesoris HP dulu di seputaran Mapolda lama (Perempatan jl kol Atmo, Palembang). Akhirnya, kami pun memasuki sebuah toko pusat kulakan asesoris HP dan “tetek-bengek”-nya. Setelah dapat asesoris yang dicari dan membelinya, kami langsung berniat memburu Dispenser.

Temanku langsung berputar balik menuju jalan raya, karena toko asesoris tadi berada masuk dalam gang. Tiba-tiba ada tukang becak teriak “polisi…polisi..” ke arah kami, teman saya yang tidak merasa bersalah pun cuek saja sambil jalan terus. Ternyata di depan kami sudah ada Pak Pulisi yang telah mendapatkan satu mangsa (halaah.. 😛 ), kamipun jadi mangsa berikutnya. Setelah saya analisis lalu-lintas sekitar, memang jalur itu khusus jalur satu arah. Pak pulisi menyuruh kami minggir ke trotoar sambil menanyakan SIM dan STNK kepada temanku tadi. “Maaf Pak, SIM dan STNK-nya..” kata Pak Pulisi. Temanku mengambil dompet dan hanya menyerahkan SIM-nya. “Loh STNK-nya?” kata Pulisi. “Wah.. ga kebawa Pak.” jawab temanku beralasan. Kamipun digiring ke kantor Mapolda lama. Sampai di Mapolda lama, temanku ditanya mau “damai” atau sidang. Aku bujuk dia untuk sidang saja, eh.. pak pulisinya malah kebingungan. Akhirnya temanku “diurus” belakangan, dan Pak pulisi pun mengurusi mangsa lainnya. Kebetulan SIM-nya temenku masih di atas meja, langsung saja dia ambil, dikantongi, sambil menjauh kami pura-pura diskusi di luar. Ide gila temanku muncul, dia mengajak untuk kabur saja..!! Dengan perasaan takut dan deg-degan akupun setuju dengan ajakannya. Kami langsung kabur dengan ngebut ke arah jl.Kol Atmo di sekitaran toko elektronik. Kami sengaja memasuki gang kecil demi menghindari incaran Pak Pulisi, sambil mampir ke warung makan (kebetulan perut kami sudah lapar). Dengan perasaan cemas bin kalut kami makan sambil terburu-buru.

Selesai makan kami langsung mencari-cari dispenser di sekitaran situ. Akhirnya setelah survey dan negosiasi harga, kami membeli dispenser di salah satu toko elektronik. Merasa tidak tenang, kami langsung cabut kembali menuju tempat kerja. Astaghfirullah, ampuni kami ya Allah…

Kesimpulan:
– Buat Pak Pulisi : Seharusnya di jalan itu dipasang rambu-rambu donk pak, biar kami tahu jalur satu arah.Maklum, saya kan orang baru di Palembang 🙂 .

– Buat yang baca blog ini: Bukan maksud saya memprovokasi dengan memberikan contoh yang tidak terpuji, kondisi di atas dalam keadaan terdesak.. he..he.. 🙂 .

Sekali lagi: SORRY SIR..!!

Advertisements
About

I'm not a geek, nor a techie

Posted in Daily
7 comments on “Kabur Dari Polisi (Sorry Sir..!!)
  1. dWi says:

    ck,,ck,,ckk,,,,hati2 loh pak polisinya masih ingat muka kk, ntar jadi buronan..hahha……

  2. Astonix says:

    Iyah… maklum, muka orang ganteng selalu diingat he..he.. (narsis mode=ON)

  3. dWi says:

    uhukkk,,,uhuk,,,, :p

  4. aditz07 says:

    waah… rock n’ roll tenan kuwi.. hahah.. mantap ton ^^

  5. ady says:

    hmmmmm…

    kayaknya pernah denger deh nih cerita???? n

    kykny knal am tokoh2ny??????…..

    ,emmmmm,,,,dmn yah?????(pura2 polos n merasa tdk bersalah) ^^

    hehehe…..

  6. Telur_M says:

    kwak…kwak..kwak..,lucu dan tegang juga storynya…palagi pas kabur trs kok bisa ya lsg mampir ke warung makan..,kalo kondisi panik sperti itu mah paling ndak kabur sembunyi dit4 yg sepi hehhee…,ckckckck cerdas juga tuh lsg kewarung makan hehe…,coba difoto tuh muka cemas,degdegan alias bin kalut…,makannya juga kayaknya nambah hihihii….,kayaknya bukan salah pak polisi tuh..tapi kalian juga masak keluar ngk bawa STNK..kan aman…,kalo ndak salah daerah sono ada rambu2 lalu lintas…,jgn2 mas aston dan temennya khilaf ngk liat,hayooo….bener tidak 😀

  7. Astonix says:

    @Aditz07
    Yo’i Bro.. Keep On Rockin.!!! 😛

    @Ady
    Halah… ga merasa bersalah.. padahal kmu sendiri kan yang nyetir motor di depan hahahah… 🙂

    @Telur_M
    Hehehe.. kan udah ditulis di kesimpulan bahwa keadaaan sedang mendesak. Don’t Try This At Home.. Hahah.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: