Employee Vs Entrepreneur

Sekian lama saya absen dari dunia posting, akhirnya bisa ngeblog lagi. Kali ini saya akan menuliskan uneg-uneg yang memang sudah lama bercokol di kepala saya. Masalah ini tentang dunia ketenagakerjaan di Indonesia yang kian hari bertambah rumit (saya sendiri pun sedang merasakannya). Jika melihat judul di atas, kita ketahui bahwa definisinya saling berlawanan. Employee adalah pekerja atau seseorang yang bekerja untuk usaha orang lain/suatu institusi/perusahaan sehingga mendapatkan penghasilan yang diinginkannya, sedangkan Entrepreneur adalah pengusaha atau seseorang yang membentuk dan melakukan suatu usaha untuk mencari profit. Persamaan keduanya adalah sama-sama berusaha mendapatkan kepastian pendapatan untuk kelangsungan hidupnya. Tetapi keduanya memiliki perbedaan yang mendasar yaitu tentang cara memperoleh penghasilannya.

Seorang Employee/pekerja memperoleh pendapatannya dengan mengabdikan diri pada perusahaan/institusi tempat dia bekerja. Ia melakukan seluruh kerja kerasnya demi tuntutan perusahaan. Besarnya penghasilan yang didapatkan juga tergantung posisi dia bekerja, dan yang pasti dia harus mentaati semua peraturan dan prosedur di perusahaan itu. Kreatifitas seorang pekerja akan dihargai jika benar-benar menguntungkan perusahaan, artinya kreatifitasnya terbelenggu.

Seorang Entrepreneur/pengusaha memperoleh pendapatannya dengan sistem kerjanya sendiri. Sistem bisnis itulah yang bekerja untuknya sehingga dia mendapatkan penghasilan, bukannya sebaliknya. Dia mencurahkan seluruh kerja kerasnya untuk operasional usahanya, besarnya penghasilan yang didapatkannya bukan tergantung pada posisinya, tetapi tergantung pada strategi dan cara pengelolaan usahanya. Seorang Entrepreneur sejati minimal memiliki sifat GILA, yaitu Gigih, Inovatif, Loyal dan Aktif. Gigih dalam menghadapi segala resiko bisnis, Inovatif dalam memperoleh ide baru, Loyal pada usahanya menjalin relasi atau rekanan, dan Aktif dalam pencarian lahan bisnis baru.

Hal yang menjadi pemikiran saya adalah keadaan saya saat ini yang kondisinya sama dengan mayoritas mahasiswa Fresh Graduate lainnya. Saya bimbang menentukan arah masa depan antara menjadi Employee atau Entrepreneur atau bahkan menjadi keduanya. Memang, semua itu tergantung pada idealisme kita sendiri. Inginnya sih jadi Technopreneur (Entrepreneur bidang teknologi), tapi keadaan memaksa saya “menduakannya” menjadi calon employee (Saya katakan calon karena baru mau bekerja 🙂 ).Maklumlah, penginnya Entrepreneur tapi karena modal dan biaya operasional yang terbatas ditambah lagi tuntutan Orang Tua akhirnya sayapun “menduakannya”.

Life is a choice, we would be a Winner or be a Loser…!

Advertisements
About

I'm not a geek, nor a techie

Posted in Entrepreneurship
4 comments on “Employee Vs Entrepreneur
  1. jimmy says:

    Think realistic aja kata buku entrepreneur & entrepreneurship juga mana yg lebih gede duitnya aja, mau bisnis mau gawe ton hehehe

    salam dari surti (oliva) sama ijah (silma)

  2. Astonix says:

    Wah, gue juga udah realistik nih aa’ jimmy.Jadi yang dicari duitnya yah.. ? 🙂

  3. kaharman says:

    Masih kepingin jadi entrepreneur di bidang teknologi ngga? Sharing ide yuk 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: