Beaglebone Black: Berbagi Koneksi Internet Pada Linux Ubuntu

Tulisan ini akan dibuat secara berseri yang berisi tentang trik Papan Pengembangan Beaglebone Black yang sekarang banyak dipakai oleh Embedded Linux Engineer. Beaglebone Black adalah sebuah Single Board Computer (SBC) untuk aplikasi realtime yang spesifik seperti Telemetri, Sistem Kontrol, Robotika, maupun untuk aplikasi hobies. SBC ini menggunakan prosesor 32 bit ARM Cortex A8 Sitara AM3358BZCZ100 dari Texas Instruments. Beaglebone Black dapat dipasang sistem operasi Open Source seperti Ubuntu, Debian, Android, dan Angstrom.

BBB

Kali ini akan diulas trik sederhana cara menghubungkan Beaglebone Black ke internet dengan berbagi koneksi dengan PC/Laptop. Penulis menggunakan Beaglebone Black Rev C yang berisi sistem operasi Debian kernel 3.8.13 dan Laptop yang berisi sistem operasi Linux Ubuntu 14.04. Koneksi internet yang digunakan adalah sebuah Mobile Wifi 4G.

Langkah-langkah nya :

0. Hubungkan Beaglebone Black ke PC/Laptop dengan kabel microUSB, lalu lakukan koneksi dengan SSH.

ssh root@192.168.7.2

1. Pada Beaglebone Black lakukan pengaturan alamat IP yang mengacu pada port USB yang dipakai.

ifconfig usb0 192.168.7.2
route add default gw 192.168.7.1

2. Pada laptop/komputer host lakukan pengaturan IP Table, dimana wlan0 adalah antarmuka koneksi internetnya, dan eth1 adalah koneksi USB.

sudo su
ifconfig eth1 192.168.7.1
iptables –table nat –append POSTROUTING –out-interface wlan0 -j MASQUERADE
iptables –append FORWARD –in-interface eth1 -j ACCEPT
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

3. Tambahkan pengaturan name server.

echo “nameserver 8.8.8.8” >> /etc/resolv.conf

4. Lakukan koneksi internet pada PC/Laptop dengan modem Wifi, lalu tes koneksi internet di Beaglebone Black dengan ping command atau coba untuk perintah apt-get.

Cara ini memungkinkan kita untuk menghubungkan Beaglebone Black ke internet tanpa perlu menggunakan kabel LAN atau dongle USB Wifi.

 

 

 

*Gambar diambil dari http://www.element14.com

Posted in Embedded Systems, GNU/Linux

Referensi Belajar INtools

INtools, sekarang biasa disebut dengan SmartPlant Instrumentation (SPI), adalah perangkat lunak database instrumentasi dalam sebuah proyek konstruksi teknik dimulai dari desain, konstruksi, sampai dengan pabrik beroperasi. INtools dapat menyimpan data instrumentasi seperti spesifikasi, data proses, detail pengkabelan dari lapangan ke sistem kendali, detail hook-up termasuk bulk material, Material Take Off, dll.

Bagi Instrument Engineer, menguasai INtools adalah sebuah tuntutan wajib dalam pengerjaan suatu proyek. Bagi mahasiswa atau kita yang mau belajar INtools, biasanya harus mengkuti pelatihan di sebuah lembaga training khusus Oil & Gas. Sayangnya, tidak semua fitur dan fungsi dalam INtools ini dijabarkan dalam pelatihannya. Solusinya adalah kita juga harus aktif mencoba dan bertanya kepada instruktur pelatihan jika ada hal yang belum paham. Selain itu, kita bisa melihat tutorial resminya dari Help file yang sudah jadi satu paket dalam INtools. Tetapi jika dalam Help file tersebut masih ada yang kurang, di bawah ini ada beberapa blog trik dan tutorial yang bisa melengkapi :
http://intoolstricks.blogspot.com/
http://belajar-intools.blogspot.com/

Tutorial ini akan sangat membantu ketika kita sedang mengerjakan suatu proyek.
Selamat belajar!

Tagged with:
Posted in Instrumentation & Control

Mencoba BOLT! Max Mobile Wifi

Awal oktober ini saya dan istri memutuskan membeli modem BOLT! untuk koneksi internet di rumah, lebih tepatnya Mobile Wifi. Mulanya saya agak ragu untuk memakai provider BOLT!, mengingat banyak testimoni buruk dan keluhan teman-teman di media sosial. Tapi ketika istri nanya ke temannya sekantor yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal kami, testimoni tentang koneksinya bagus. Baiklah, akhirnya kami beli juga modem itu.

Pembelian
Mencari BOLT! Max Mobile Wifi ini termasuk susah-susah gampang. Awalnya saya cari di toko komputer daerah komplek Central Park, ternyata stoknya lagi kosong. Padahal di toko tersebut terkenal dengan harganya yang paling murah se Jakarta. Lalu saya cari di toko komputer sekitaran Binus syahdan, ada sih stoknya tapi yang versi Slim dan harganya pun lebih mahal RP.150.000 dari harga normal. Saya coba cari di kaskus, kebanyakan harganya juga sudah selisih banyak dari harga normal. Akhirnya saya dapat info bahwa stand resmi BOLT! salah satunya ada di Giant dekat tempat tinggal kami di Bintaro. Saya dan istri pun menuju ke sana, stand nya ada di lantai 2. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa menebus BOLT! Max Mobile Wifi nya seharga Rp.449.000, harga normal ini😀. Penjaga stand nya langsung melakukan aktivasi modem dengan meminta kartu identitas/KTP dari saya. Oh iya, sekedar info tiap kali kita beli modem ini akan diminta kartu identitasnya untuk aktivasi di tempat. Tiap orang hanya dibolehkan membeli 2 buah Modem. Analisa saya sih, hal ini karena tingginya permintaan modem BOLT! sehingga harus dikendalikan jumlah penggunanya agar tidak mengganggu kestabilan koneksi internet. Read more ›

Posted in Daily

Ide Sebuah Produk

Sehari-hari saya naik motor pulang pergi dari rumah ke kantor. Beberapa waktu yang lalu saya pulang kerja dalam kondisi hujan, niat menembus hujan saya tetap nekat pulang dengan memakai mantel hujan. Selama perjalanan pulang, tangan saya seringkali mengusap kaca helm full face yang saya kenakan untuk membersihkan air hujan yang menghalangi pandangan. Hal ini sungguh mengganggu bagi pemotor seperti saya, apalagi kondisi hujan yang membutuhkan konsentrasi lebih. Sempat berpikir, Andai saja ada helm yang dilengkapi dengan wiper pasti lebih nyaman di jalan. Asik sepertinya kalau helm ada wiper otomatisnya, jadi saat hujan pun kaca helm bisa selalu bersih dan pandangan tetap bisa fokus ke jalan. Wiper bisa diatur sapuannya secara otomatis, atau bisa mendeteksi dengan sensor air hujan di kaca helm. Dengan begitu kan kita sebagai pengendara motor tidak perlu repot sering mengusapkan tangan di kaca helm. Read more ›

Posted in Entrepreneurship

Menjebakkan Diri

Beberapa hari yang lalu seorang teman satu angkatan dan satu jurusan di kampus yang sudah lama tidak berkomunikasi, tiba-tiba menanyakan kabar melalui WhatsApp. Seperti halnya orang yang ngobrol dengan teman lama, pastinya banyak hal yang ditanyakan. Lalu ada kata-katanya yang sedikit menggelitik saya. Jadi begini :

Teman : “Sekarang kerja di mana? Masih di tempat lama kah?”
Saya     : “Iya, masih terjebak di tempat ini”
Teman : “Wah… itu sih namanya menjebakkan diri, bukan terjebak lagi. Aku kira dirimu sudah
punya StartUp sendiri gitu, atau paling tidak sudah dapat lahan baru😀 “

Jawaban teman saya ini begitu dalam. Saya baru ingat terakhir kali berkomunikasi dengannya sekitar setahun yang lalu. Waktu itu saya memang bilang ke dia pengin cari lahan baru, tempat kerja yang baru. Atau kalaupun masih belum dapat, saya bisa membangun usaha sendiri pelan-pelan. Nah, saat ditanyakan kabar ini, saya belum meraih satu pun. Usaha sendiri belum,  kerjaan baru pun juga belum. Lalu apa yang saya lakukan setahun terakhir ini? Ya, saya hanya sibuk pada hal-hal yang sebenarnya tidak mengubah masa depan. Kalaupun ada usaha untuk mengubah pun, dampaknya tidak signifikan. Hal yang harus saya lakukan adalah segera keluar dari zona nyaman. Karena –kata temen saya itu– zona nyaman bisa membunuh kreatifitas, bahkan bisa melenyapkan. Tidak. Saya tidak ingin terjebak dan menjebakkan diri di zona nyaman ini. Saya juga tidak ingin kreatifitas saya ikut lenyap.

Terima kasih kawan, sudah membangunkanku dari tidur lelap.

Mengenai ini, saya jadi ingat kata-kata Mbah Steve Jobs :

“And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.”

(Steve Jobs, 1955-2011)

Posted in Daily

Platform Comparison for The Internet of Things (IoT)

For the last several months, there are many mature company and startups that involved in Internet of Things (IoT) product. The rapid development of Internet of Things product had influenced by some factors: its cheaper components, the maker movement, and its large number of platform options. The last factor that i’ve mentioned is very optional. We can use it from platform provider, or we can build it from scratch also. If we decide to use platform  provider, there are 5 familiar IoT platforms for engineer and developer that we can try for product development. I will explain some comparison of each platform, from the engineer and developer point of view.

IoT_image Read more ›

Posted in The Internet of things (IoT)

Installing eZ430-Chronos Wireless Watch Control Center in Ubuntu

I have received Texas Instruments eZ430-Chronos wireless watch from my friend Iwan Setiawan on July 2013. But this month, I just have a time to play with this stuff. Actually, i really want to buy this so-called wearable device on January 2011 to conduct some research about wireless sensor network. If you are curious about the watch’s feature, please refer to the Wiki page.

eZ430-Chronos, RF access point, & USB debugger

eZ430-Chronos, RF access point, & USB debugger

On the previous post, i only attach the eZ430-Chronos introduction video from youtube. Now i will explain how to install the TI eZ430 Control Center in GNU/Linux OS. I am using Ubuntu Linux 12.04 to run the application. Let’s start to the point : Read more ›

Tagged with:
Posted in Embedded Systems, GNU/Linux